Bagaimana Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Dzolim?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Pa Ustadz yang diridhoi Allah…

Nama saya Andre.Saya dilahirkan 30 tahun yang lalu dari orang tua yang sangat sibuk sehingga sampai mereka menitipkan saya ke Tante sejak usia 8 bulan hingga lulus SMU.Saya heran meski keadaan perekonomian orang tua mampu tapi tidak pernah memberikan uang untuk biaya sekolah,bahkan waktu saya akan study tour dan minta uang saku,mereka tidak memberikan sepeserpun. Yang lebih membuat saya sedih menurut cerita nenek,sewaktu kecil, saya hampir dibuang di pantai Ancol Jakarta timur. Astaghfirullah. Berbeda dengan tante saya yang memberikan kasih sayang melebihi anak-anak kandungnya,meski bukan berupa materi karena tante saya bukan keluarga yang berada.

Diawal tahun 1990-an orangtua kandungku ditimpa musibah meskipun itu akibat ulahnya sendiri yaitu dipenjara gara-gara korupsi walau hanya 10 juta rupiah. Semenjak ayah dipenjara ibu saya malah bersenang senang dengan peninggalan harta ayah saya bahkan yang menebus ayah adalah keluarga dari pihak ayah.Sampai pada akhirnya ayah saya keluar dari penjara dan dalam waktu kurang dari 1 tahun ayah saya menikah lagi dengan orang lain.

Menurut ayah saya yang membuat perpecahan di keluarga adalah ibu.Saya akui sampai detik ini ibu kandung saya selalu tidak bisa berbicara jujur bahkan menjadi provokator kalau ada sesuatu yang sekiranya bisa memecah belah persaudaraan.Baginya hal yang kecil bisa menjadi besar.Saya sendiri pernah mengujinya dan ternyata benar. Saya bingung kenapa ibu kandung saya yang seharusnya saya banggakan malah menjadi penghancur keluarga besar saya.

Jujur sampai saat ini saya masih belum mengerti harus bagaimana cara berbakti kepada orangtua. Saya yakin salah satu faktor penyebab kematian adik saya yang sangat saya cintai adalah peran mereka yang selalu membebankan semua hidupnya kepada adik saya.Sekarang ayah saya sudah mulai menjadi “pemuja” syetan dengan bertapa ke tempat-tempat pemujaan.Singkat kata keluarga saya berantakan.

Pa Ustadz bagaimanakah cara saya menyadarkan orangtua?. Saya sekarang hanya bisa berserah diri dan berbuat yang terbaik menurut saya untuk berbakti kepada orangtua.
Adakah cara yang lebih baik untuk bisa berbakti,karena ada pepatah “surga di bawah telapak kaki ibu”. Namun benarkah ibu seperti ibu kandung saya juga terletak surga di telapak kakinya?

Semoga saya dijauhkan dari anak-anak yang durhaka kepada orangtua ya Allah….
Semoga pa ustadz bisa memberikan pencerahan kepada saya

Terima kasih atas sharingnya semoga pak Ustadz slalu diberkati Allah

Andre

Jawaban

Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah SWT merahmati kita semua

1.Yang jelas berbuat baik pada kedua orangtua adalah kewajiban dan amal yang mulia. Aturannya tetaplah berbuat baik meskipun orangtuamu memerintahkan keburukan padamu. Maka jangan turuti perintah buruknya dan tetaplah berbuat baik padanya. Jika engkau dapati orang tuamu berbuat salah maka ingatkanlah dengan lemah lembut dan tetap berbuat baiklah. Itulah ketaatanmu pada mereka

2.Jadi tetaplah berbuat baik dengan terus memberikan masukan-masukan baik untuk mereka

3.Carilah cara yang baik untuk mengingatkan kedua orang tua, tentu kasus ayah sdr perlu mendapatkan perhatian lebih serius

Ustadz Muchsinin Fauzi, LC
Pertanyaan : ustadz@rol.republika.co.id

Pos ini dipublikasikan di Ustad Menjawab dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s