Perempuan Lebih Merasa Bersalah Saat Tugas Luar Kota

Perempuan Lebih Merasa Bersalah Saat Tugas Luar Kota
Anak berusaha menghalangi ibu berangkat kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Perjalanan dinas ke luar kota memang menyenangkan tetapi tidak bagi perempuan menikah. Pasalnya, secara tradisional perempuan cenderung berpikir mereka seharusnya tidak berlama-lama meninggalkan rumah. Sebaliknya, pria cenderung memanfaatkan waktu perjalanan dinas ke luar kota untuk ‘melarikan diri’ dari kehidupan keluarga.

Gunilla Bergstrom Casinowksy, Peneliti Gothenberg University mengungkap perbedaan perspektif antara laki-laki dan perempuan sangat nyata terlihat dalam pekerjaan. Perempuan cenderung memprioritaskan rumah dan anak-anak, dan perjalanan dinas ke luar kota tidak sejalan dengan perspektif mereka.

Sebelumnya, Gunilla menanyakan pengalaman ratusan pasangan yang pernah mengalami pejalanan dinas ke luar kota. Ia kemudian bertanya secara intensif kepada masing-masing pasangan prihal pengalaman perjalanan dinas mereka. Hasilnya, Gunilla menemukan perbedaan perspektif yang mendalam antara laki-laki dan perempuan terkait pekerjaan.

“Perempuan yang bertugas di luar kota mengalami perasaan emosional berupa kesepian, merasa bersalah pada anak dan khawatir ketika mereka jauh dari rumah,” ungkapnya seperti dikutip dari telegraph, Jum’at (25/6).

Ia menambahkan hasil riset juga mengungkap tentang perasaan dan tekanan lain terhadap  perempuan diluar ketakutan mereka pada situasi ruang publik saat malam tiba. Fakta itu berbanding terbalik dengan pria yang cenderung tidak melihat unsur emosional seperti kesepian atau perasaan bersalah.

Gunilla menilai pria saat bertugas di luar kota begitu menikmati pekerjaan mereka tanpa harus berpikir tentang keluarga dan anak.

“Mereka (pria) juga mendapatkan keuntungan dari perjalanan dinas ke luar kota. Mereka merasa jauh dari rutinitas rumah, pria bisa membuat diri mereka lebih rileks dan bekerja tanpa harus berkompromi dengan kepentingan keluarga. Perbedaan tidak sampai disitu, perempuan juga dituntut untuk menangani pekerjaan rumah tangga. Disisi lain, pria tidak dituntut demikian,” ungkapny.

Bergstrom Casinowsky, yang tengah mengerjakan tesis tentang perbedaan perspektif Laki-laki dan Perempuan dalam pekerjaan menilai, pria cenderung memiliki kemudahan untuk mengkombinasikan antara bekerja, keluarga dan perjalanan dinas. “Satu hal yang menarik, saya menemukan catatan khusus mengapa wanita menerima tanggung jawab mereka di rumah, kendati pria atau wanita yang bertugas di luar kota,” ujarnya.

Dia menuturkan asalan mengapa sejumlah kantor lebih sering mengirimkan pria untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Alasannya, kata dia, sangat jelas. Wanita terutama yang telah mempunyai anak sulit untuk menerima perjalanan dinas ke luar kota lantaran faktor keluarga dan anak

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s