Masya Allah… Sekolah di Pedalaman Merangin Hanya Miliki Dua Guru

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI – Anggota Komisi II DPRD Merangin, Provinsi Jambi Rustam Efendi mengungkapkan hingga saat ini rata-rata sekolah di daerah pedalaman kabupaten tersebut hanya memiliki satu atau dua orang guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

“Dari kunjungan kerja dan pendataan yang kita lakukan sebagai wakil rakyat di lapangan, diketahui umumnya semua sekolah yang berada di pedalaman atau di daerah terpencil masih sangat kekurangan guru dengan rata-rata hanya memiliki satu atau dua oang guru PNS,” kata Rustam Efendi, di Bangko, Jumat (16/9).

Ia menjelaskan, di sisi lain jumlah murid atau siswa di sekolah-sekolah yang umumnya adalah jenjang SD dan SMP tersebut sangat besar rata-rata 250 siswa lebih. Dengan jumlah guru yang ada yakni satu atau dua guru PNS, ditambahkan dua atau tiga guru honor yang umumnya adalah para pemuda dari desa setempat, kata dia, tentu saja tidak akan bisa mengajar semua pelajar tersebut.

Apalagi, katanya, jika dilihat dari kompetensi, profesionalitas dan dedikasi guru yang mengajar tersebut maka banyak dari mereka yang mengajar yang tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dikuasai.

Kekurangan guru paling banyak tersebut terdapat di daerah-daerah yang tergolong pedalaman, seperti di Kecamatan Jangkat, Sungai Tenang, Lembah Masurai, Muara Siau, Tabir Barat dan Tabir Timur.

“Saya baru pulang kemarin (15/9) dari Sungai Tenang, di SMP Rantau Suli saya mendapati hanya ada dua orang guru PNS itupun salah satunya kepala sekolah, sementara tiga orang guru lainnya adalah para honorer dari pemuda setempat,” katanya.

Menurut dia, kondisi krisis guru yang dialami Kabupaten Merangin tersebut semestinya menjadi perhatian serius mengingat pemerintah pusat sudah menetapkan peningkatan kualitas pendidikan yang merata bagi semua daerah sebagai program utama pembangunan saat ini.

Sementara di sisi lain, setiap tahunnya pemerintah terus melakukan perekrutan tenaga guru baru melalui seleksi penerimaan CPNS, namun kenyataannya krisis guru masih saja terjadi tanpa terjadinya sedikitpun pengurangan dari sebelum-sebelumnya.

Lebih jauh dia mengakui, memang selama ini, sudah menjadi kebiasaan para pegawai yang lulus CPNS selalu saja mengajukan pindah tugas ketika mereka ditempatkandi suatu daerah terpencil, sehingganya sekolah bersangkutan kembali lagi tidak punya guru.

Menurut dia, semestinya pihak Diknas Merangin bisa menyikapi kondisi ini dengan mempertegas komitmen setiap CPNS yang lulus, agar mereka bisa mengambdi sepenuhnya untuk daerah tempat tugasnya, karena kalau hal itu tidak dilakukan maka program memajukan pendidikan nasional yang merata tidak akan bisa terwujud.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s