SetiapHari Tubuh Manusia Tercemar Toksin

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI ILustrasi: Warga mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (1/8/2011). Buka puasa pertama di bulan Ramadan 1432 Hijriah itu diikuti ratusan orang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap hari tubuh manusia tercemar toksin (racun), baik dari sisa hasil metabolisme yang tidak diharapkan, maupun dari luar tubuh manusia, melalui makanan, minuman, dan udara.

Semakin banyak polusi udara di lingkungan dan semakin banyak kita memperoleh toksin dari makanan dan minuman, maka semakin besar peluang tubuh kita menumpuk toksin, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit.

“Gejala yang paling sederhana bahwa di dalam tubuh kita banyak terdapat racun adalah keringat berbau tak sedap, mudah pusing, mual, mengantuk, dan badan terasa lemas meski telah banyak makan,” demikian papar Prof Dr Ir Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor, Rabu (9/8/2011).

Ia memaparkan, secara fitrah manusia memiliki kekuatan yang mampu menjaga kesehatan dirinya sendiri, karena dianugerahi paru-paru, usus, hati, dan ginjal, yang salah satu fungsi utamanya adalah untuk membersihkan toksin. Kekuatan ini akan semakin melemah apabila asupan gizi tidak lengkap, sehingga akan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.

Detoksifikasi adalah proses penetralan dan pengeluaran untuk meminimalkan bahkan menghilangkan toksin dari dalam tubuh atau lebih dikenal sebagai internal cleansing. Proses ini bermanfaat untuk membuang segala macam zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.

“Organ detoks utama dalam tubuh kita adalah hati, ginjal, paru-paru, sistem limpatik, dan kulit,” katanya.

Karena tubuh terdiri atas rangkaian organ yang saling berhubungan, maka manfaat yang optimal akan diraih bila detoks dilakukan secara terintegrasi dengan latihan fisik atau olahraga yang memicu pengeluaran keringat. Hal lain yang  paling penting adalah latihan mental dan spiritual seperti puasa sebagai ibadah.

Detoks yang terakhir ini tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga dapat memurnikan bahkan meningkatkan sensitivitas pikiran, perasaan, dan spiritual kita. Pola makan yang salah atau perilaku tidak sehat akan memicu produksi toksin yang membahayakan dalam tubuh.

Puasa sebulan yang dilakukan setiap tahun, dapat dijadikan arena ibadah sambil meraih manfaat detoks secara berkala. Hal itu dapat menormalkan kembali proses-proses metabolisme alami tubuh, memurnikan atau membersihkan darah dan cairan tubuh, meminimalkan peradangan, mempercepat peremajaan sel, mengoptimalkan kerja organ-organ penting tubuh.

Selain itu, melancarkan sirkulasi darah dan sistem pengeluaran tubuh melalui fases, urine, dan keringat.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s