Tugas Utama Perguruan Tinggi adalah Membangun Mindset

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Mendiknas Prof Dr Muh Nuh mengingatkan bahwa, tugas terpenting perguruan tinggi adalah membangun mindset (pola pikir) terhadap mahasiswa dan civitas akademiknya.

Menurut Mendiknas, ada lima pola pikir yang harus ditanamkan oleh perguruan tinggi dalam diri civitasnya, yaitu pola pikir berbasis disiplin ilmu tertentu, pola pikir mensintesiskan berbagai ilmu, pola pikir kreatif, pola pikir saling menghargai, dan pola pikir berbasis etika.

“‘Kalau pola pikirnya melenceng, hasilnya juga akan melenceng. Dengan pola pikir ini, akan menghasilkan generasi yang mampu menyelesaikan persoalan, bukan mempersoalkan persoalan,” ujar Mendiknas saat menyampaikan Pidato Milad ke-50 Univeritas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Dengan adanya orientasi mindset tersebut kata Mendiknas, perguruan tinggi akan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. UAD pun sebagai kampus Muhammadiyah menurutnya telah memiliki bekal dalam hal itu.

“Tahun 1912, KH Ahmad Dahlan sudah berpikir mendirikan sekolah dan rumah sakit, ini adalah bisnis utama Muhammadiyah, bisnis yang tidak akan selesai. UAD harus mampu mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat,” tambahnya.  Diakuinya, Indonesia sendiri sebenarnya memiliki potensi besar, karena memiliki jumlah penduduk 230 juta. “Apabila penduduk ini pintar dan sehat, maka akan mampu menjadikan Indonesia labih berprestasi,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UAD, Kasiyarno M Hum dalam pidato laporan akhir tahunnya mengatakan, peningkatan mutu di UAD bukan sekedar untuk membentuk citra, namun dilandasi pada keinginan tulus untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.Usaha yang dilakukan salah satunya adalah menerapkan standar mutu berbasis ISO 9001:2008 dan IWA2:2007 di hampir semua unit di UAD.

“Pada era ini, UAD didorong untuk membuat terobosan-terobosan untuk menjadi perguruan tinggi yang mampu go internasional sehingga bisa //bringing the world to UAD, dan UAD to the world//,”terangnya. Niat baik untuk mencapai hal itu kata dia,  belum memperoleh dukungan sepenuhnya dari kalangan civitas akademika. Pasalnya lanjut dia, masih ada yang belum siap dengan perubahan yang terlalu cepat.

Dari sisi kuantitas perkembangan UAD kata Kasiyarno juga tumbuh secara signifikan. tahun 2010 ini jumlah mahasiswa UAD mencapai 12.920 orang, dengan rata-rata lulusan per tahun 2.120 orang. Saat ini kata dia, sedikitnya  81 persen  staf pengajar di UAD tengah menempuh  studi lanjut S2, sedangkan 25 persennya sedang studi lanjut S3 di dalam dan luar negeri. ”ÜAD terus mendorong para dosennya untuk studi S3, dan bertekad pada tahun 2014, UAD akan memiliki doktor sekitar 30 hingga 35 persen,” tegasnya.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s