Untuk Pria, Jangan Berhenti Berolahraga Meski Berusia Senja

REPUBLIKA.CO.ID, Anda pria berusia 50 tahun? Jangan hentikan kebiasaan berolahraga meski tubuh masuk usia senja. Bahkan bagi anda yang lama atau tak pernah berolahrga lagi, tak perlu khawatir untuk memulai lagi kebiasaan sehat itu.

Lelaki yang tetap aktif atau bahkan baru mulai berolahraga pada usia 50 tahun dapat memperpanjang hidup hingga lebih dari dua tahun, demikian menurut para pakar kesehatan dari Swedia.
Penelitian tersebut menemukan jika olahraga memiliki dampak keuntungan terhadap panjang usia seperti halnya berhenti merokok di usia paruh baya.
Memang tak dapat dipungkiri, rata-rata pria di usia aruh baya tak lagi berolahraga, demikian ujar salah satu peneliti, Karl Mcihaelsson, dosen senior di Jurusan Ilmu Bedah, Universitas Uppsala, Swedia. Namun doktor sekaligus pemimpin studi terebut menawarkan bukti lebih, yakni “tidak terlambat bagi pria berusia 50 tahun keatas berinvestasi dalam kesehatan dan usia panjang dengan bergerak lebih aktif.
“Pria yang dilaporkan meningkatkan aktifitas fisik tinggi pada usia 60 tahun, setelah melewati perubahan gradual selama 10 tahun, memiliki pengurangan resiko kematian seperti mereka yang tetap melakukan aktivitas fisik tinggi dari 50 tahun hingga 60 tahun. 
Dalam studi itu Karl beserta timnya mengumpulkan data dari 2.205 pria berusia 50 tahun ke atas dan menyurvey mereka lagi ketika mereka berusia 60, 70, 77, dan 82 tahun. Setiap kali mereka diberi pertanyaan tentang tingkat aktivias fisik, berat badan, tekanan darah, tingkat kolesterol, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Setelah mengompilasikan data dengan faktor gaya hidup lain, para periset menemukan jika pria menghabiskan yang banyak waktu duduk, tak beraktivitas kebanyakan akan meninggal di periode tahun beriktunya. Sementara mereka yang tetap aktif sedikit yang meninggal di waktu tersebut.
Fakta yang muncul lelaki yang aktif berolahrga ketika mereka berusia 50 hidup dengan rata-rata usia 2,3 tahun lebih lama, sedangkan para pria dengan olahrga moderat hidup 1,1 tahun lebih lama dibanding mereka yang memiliki aktifitas fisik paling rendah.

Untuk melihat hasil tersebut bisa jadi dibutuhkan 5 hingga 10 tahun, namun intinya para pria yang rajin berolahraga di paruh baya hidup lebih lama, demikian menurut laporan penelitian menekankan
Sementara dibanding dengan penghentian kebiasaan merokok, pengurangan resiko kematian juga ditemukan serupa. “Setiap orang tahu jika merokok itu berbahaya bagi kesehatan dan meningkatkan resiko kematian, namun secara umum diketahui jika aktivitas fisik kurang memiliki pengaruh yang mirip seperti halnya merokok,” ujar Karl.
Apakah wanita mungkin mendapat keuntungan yang sama dengan aktivitas di usia paruh baya, bukti masihlah belum jelas. Karl mengatakan ia belum melakukan studi serupa yang melibatkan wanita. Meski bisa jadi dampak yang sama bisa didapat. “Namun jika kita berpikir akademis sangat ketat, hasil tersebut tidak bisa dinyatakan kepada wanita,” ujar Karl.

Pos ini dipublikasikan di Kesehatan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s