Terlambat Mengajar Termasuk Korupsi Waktu

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG–Rektor Universitas Negeri Semarang Profesor Sudijono Sastroatmodjo menyatakan keterlambatan pengajar pada jam mengajar di kelas bisa dikategorikan sebagai korupsi waktu sehingga perlu dihindari. “Pengajar itu digaji berdasarkan jam mengajar juga sehingga kalau terlambat itu termasuk tindak pidana korupsi meski namanya korupsi waktu. Pertanggungjawabannya bukan pada sanksi administratif, melainkan dipertanggungjawabkan pada Tuhan,” katanya di Semarang, Jumat.

Oleh karena itu, ia menekankan para pengajar agar selalu tepat waktu dalam segala kegiatan terutama dalam memberikan pelajaran kepada anak didik. Menurut dia, budaya disiplin waktu seharusnya selalu diterapkan dalam segala hal terutama di lingkungan kerja, khususnya pengajar. “Selain itu, disiplin waktu ini juga harus diajarkan pada anak didik sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan disiplin waktu tuturnya juga menjadi salah satu bagian dari peningkatan profesionalisme guru, terutama bagi yang sudah lulus program sertifikasi. “Sertifikasi guru itu salah satunya untuk meningkatkan profesionalisme, sehingga jangan sampai hak sertifikasi sudah diterima namun kinerjanya masih belum maksimal,” katanya.
Ia menyesalkan jika keberadaan sertifikasi justru berimbas pada kinerja yang kurang menunjukkan dedikasi sebagai seorang pengajar.

“Jika dilihat dari kinerjanya, manfaat sertifikasi guru hingga saat ini memang cenderung belum optimal,” ujarnya. Menurut dia, dalam klausul sertifikasi guru salah satunya adalah untuk meningkatkan harkat dan martabat guru sebagai seorang pengajar dan hal tersebut dilihat dari perilaku sehari-hari yang bersangkutan.

“Dalam bertindak sehari-hari selain untuk memenuhi hal itu, para pengajar harus dapat memberi contoh yakni datang mengajar tepat waktu,” katanya. Seorang pengajar, katanya, harus bisa menjadi panutan dan teladan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.
Menurut dia, hal tersebut sama ketika pengajar menyampaikan pelajaran dalam kelas atau berhadapan dengan anak didik.

“Seorang pengajar harus bisa bersikap ramah dan sopan dengan penuh kekeluargaan agar terjalin suasana yang nyaman dan akrab di sekolah, sehingga prestasi siswa dapat lebih meningkat dengan sistem pembelajaran yang ada saat ini,” ujar Sudijono.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s